Pendidikan merupakan salah satu pondasi dasar terciptanya kemajuan suatu bangsa. Pendidikan juga merupakan kunci pembukanya semua bidang ilmu. Dengan pendidikan kualitas manusia akan meningkat dan kesejahteraan pun akan menyertai dalam kehidupan ini.
Begitu dahsyatnya dampak positif dari pendidikan tersebut, sehingga pendidikan menjadi kunci kesuksesan dunia dan akhirat, karena pendidikan merupakan proses mencari ilmu dan membentuk jati diri manusia itu sendiri. Sedangkan ilmu merupakan kuncinya mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.
Lantas sebenarnya apa pengertian pendidikan itu?
Dalam bahasa Yunani, pendidikan berasal dari kata "pedagogi" yaitu kata "paid" yang berarti anak dan "agogos" yang artinya membimbing, sehingga pedagogi dapat diartikan sebagai "ilmu dan seni dalam membimbing anak".
Pendidikan dalam arti luas adalah segala pengalaman hidup (belajar) dalam berbagai lingkungan yang berlangsung sepanjang hayat dan berpengaruh positif bagi pertumbuhan atau perkembangan individu. Karena pada prinsipnya hidup adalah pendidikan dan pendidikan adalah hidup (life is education, and education is life).
Pendidikan dalam arti sempit pada prakteknya identik dengan persekolahan (schooling), yaitu pengajaran formal di bawah kondisi-kondisi yang terkontrol.
Sedangkan pengertian pendidikan menurut para ahli dari waktu ke waktu akan selalu berubah secara dinamis sesuai dengan pendekatan apa yang dipakai dan sesuai dengan perkembangan zaman dan masanya pada waktu itu.
Saya akan membahas sedikit pengertian pendidikan menurut UU RI No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 1.
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. (UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 1).
Pengertian pendidikan di atas menegaskan bahwa pendidikan merupakan perencanaan yang sangat matang penuh dengan kesadaran diri untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar tujuan pendidikan dapat tercapai dengan sempurna, yaitu peserta didik diharapkan memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Hal ini sesuai dengan fungsi dan tujuan Pendidikan Nasional yang tercantum dalam pasal 3 UUD RI No. 20 Tahun 2003, pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan sebuah proses yang terencana dengan sangat matang dan sangat sadar akan pentingnya pendidikan tersebut untuk mencapai tujuan pendidikan yang mencakup tiga unsur komponen manusia yaitu rohani, jasmani dan akal.
Begitu dahsyatnya dampak positif dari pendidikan tersebut, sehingga pendidikan menjadi kunci kesuksesan dunia dan akhirat, karena pendidikan merupakan proses mencari ilmu dan membentuk jati diri manusia itu sendiri. Sedangkan ilmu merupakan kuncinya mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.
Lantas sebenarnya apa pengertian pendidikan itu?
Dalam bahasa Yunani, pendidikan berasal dari kata "pedagogi" yaitu kata "paid" yang berarti anak dan "agogos" yang artinya membimbing, sehingga pedagogi dapat diartikan sebagai "ilmu dan seni dalam membimbing anak".
Pendidikan dalam arti luas adalah segala pengalaman hidup (belajar) dalam berbagai lingkungan yang berlangsung sepanjang hayat dan berpengaruh positif bagi pertumbuhan atau perkembangan individu. Karena pada prinsipnya hidup adalah pendidikan dan pendidikan adalah hidup (life is education, and education is life).
Pendidikan dalam arti sempit pada prakteknya identik dengan persekolahan (schooling), yaitu pengajaran formal di bawah kondisi-kondisi yang terkontrol.
Sedangkan pengertian pendidikan menurut para ahli dari waktu ke waktu akan selalu berubah secara dinamis sesuai dengan pendekatan apa yang dipakai dan sesuai dengan perkembangan zaman dan masanya pada waktu itu.
Saya akan membahas sedikit pengertian pendidikan menurut UU RI No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 1.
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. (UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 1).
Pengertian pendidikan di atas menegaskan bahwa pendidikan merupakan perencanaan yang sangat matang penuh dengan kesadaran diri untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar tujuan pendidikan dapat tercapai dengan sempurna, yaitu peserta didik diharapkan memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Hal ini sesuai dengan fungsi dan tujuan Pendidikan Nasional yang tercantum dalam pasal 3 UUD RI No. 20 Tahun 2003, pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan sebuah proses yang terencana dengan sangat matang dan sangat sadar akan pentingnya pendidikan tersebut untuk mencapai tujuan pendidikan yang mencakup tiga unsur komponen manusia yaitu rohani, jasmani dan akal.
- Pendidikan Rohani dapat terpenuhi dengan cara memenuhi kebutuhan rohani kita seperti pendekatan religius, aqidah (keyakinan-red) yang murni terhadap Tuhan Yang Maha Esa, ibadah yang benar, dan lain-lain.
- Pendidikan Jasmani dapat terpenuhi dengan cara memenuhi kebutuhan jasmani kita seperti makanan dan minuman yang sehat, olah raga yang teratur, istirahat yang cukup, dan lain-lain.
- Pendidikan Akal dapat dipenuhi dengan cara memenuhi kebutuhan akal, seperti rajin mencari ilmu baik ilmu agama maupun ilmu pengetahuan umum lainnya.
Jika tiga unsur komponen manusia ini benar-benar terpenuhi dengan baik melalui proses pendidikan yang baik dan berkualitas, maka tujuan pendidikan untuk menjadikan manusia yang seutuhnya dan sempurna sesuai fitrahnya itu akan tercapai dengan baik.
Sincerely Yours,
Referensi :
Pemerintah Republik Indonesia, (2003), Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta.
Tirtarahardja, Umar dan S.L. La Sulo, (2005), Pengantar Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta.
Komariah, Aan, "Pengantar Pendidikan Praktek Teori Pendidikan,http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._ADMINISTRASI_PENDIDIKAN/197005241994022-AAN_KOMARIAH/pengantar_pendidikan.pdf. (diakses 13 April 2015).
-------------, "Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli"http://sanggurukdb.blogspot.com/2014/02/pengertian-pendidikan-menurut-para-ahli.html
Pemerintah Republik Indonesia, (2003), Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta.
Tirtarahardja, Umar dan S.L. La Sulo, (2005), Pengantar Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta.
Komariah, Aan, "Pengantar Pendidikan Praktek Teori Pendidikan,http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._ADMINISTRASI_PENDIDIKAN/197005241994022-AAN_KOMARIAH/pengantar_pendidikan.pdf. (diakses 13 April 2015).
-------------, "Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli"http://sanggurukdb.blogspot.com/2014/02/pengertian-pendidikan-menurut-para-ahli.html
0 komentar:
Posting Komentar