Kamis, 18 Juni 2015

Landasan Psikologis Pendidikan

1. Pengertian Landasan Psikologis Pendidikan

Landasan Psikologis pendidikan adalah asumsi-asumsi yang bersumber dari studi ilmiah dalam bidang psikologi yang menjadi sandaran, tumpuan atau titik tolak studi dan praktek pendidikan.

Psikologi merupakan ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungan.

Psikologi pendidikan merupakan salah satu cabang ilmu pendidikan yang dipengaruhi oleh perkembangan dan
hasil-hasil penelitian psikologi, yang bertolak dari asumsi bahwa pendidikan ialah hal ihwal individu yang sedang belajar.

2. Perkembangan individu dan implikasinya terhadap pendidikan

Dalam perjalanan hidupnya setiap individu mengalami perkembangan, yaitu perubahan-perubahan yang teratur sejak dari pembuahan sampai mati.

Perubahan pada individu dapat berbentuk kematangan (maturation) dan berbentuk belajar.

Kematanagn adalah perubahan yang terjadi secara alami dan spontan tanpa dipengaruhi dari luar, sedangkan belajar
merupakan perubahan yang terjadi sebagai hasil dari pengalaman atau latihan.

Sekurang-kurangnya ada tiga prinsip umum perkembangan
individu, yaitu:
(1) perkembangan setiap individu menunjukkan perbedaan
dalam kecepatan dan irama;
(2) perkembangan berlangsung relatif teratur, dan
(3) perkembangan berlangsung berangsur secara bertahap.

Setiap tahap perkembangan individu mempunyai tugas-tugas
perkembangan (developmental task) yang harus diselesaikan olehindividu ( Robert Havigurst).

Berdasarkan perkembangan individu, tenaga kependidikan
memerlukan ilmu pendidikan yang cocok dengan tingkat perkembangan usia.

Bagi anak-anak, pendidikan dikenal dengan istilah pedagogi yang berarti ilmu dan seni mengajar (membelajarkan) anak-anak (pedagogy is the science and arts of teaching children) (Knowles, 1977).

Bagi orang dewasa, pendidikan dikenal dengan istilah andragogi yaitu ilmu dan seni membantu orang dewasa belajar (andragogy is the science and arts of helping adults learn) (Cross, 1982).

Bagi lanjut usia, pendidikan dikenal dengan gerogogi yaitu ilmu dan seni untuk membantu manusia lanjut usia
belajar (gerogogy is the science and arts of helping aging learn).

Masing-masing ilmu pendidikan tersebut dalam prakteknya memiliki asumsi dan karekateristik yang berbeda sesuai dengan tingkat perkembangan individu yang menjadi peserta didiknya.

3. Teori belajar dan implikasinya terhadap pendidikan 

Salah satu bentuk proses pendidikan adalah interaksi belajar
mengajar.

Pola belajar mengajar antara lain dipengaruhi oleh penampilan guru dalam mengajar, dan penampilan guru dalam mengajar antara lain dipengaruhi oleh pengetahuan guru tentang mengajar yang tidak lain adalah teori belajar yang digunakan guru .

Teori belajar telah banyak dikembangkan orang, namun dalam rangka pengenalan teori belajar yang menjadi acuan pokok dapat dikemukakan tiga kelompok besar teori belajar yaitu teori belajar kognivisme, teori belajar behaviorisme dan teori belajar humanisme.

Ketiga teori belajar tersebut masing-masing memiliki karakteristik dan implikasi yang berbeda dalam proses pendidikan.

Sincerely yours






REFERENSI

Callahan, J.F., and Clark, L. H., (1983), Foundations of Educations, Mcmillan Publishing New York.

Kneller, George F. (1972). Introduction to the Philosophy of Education. New York: John Wiley & Sons, Inc.

Muchtar, Odang (Peny. Akhir), (1991), Dasar-Dasar Kependidikan, Depdikbud, IKIP Bandung.

Sudjana, N. (1987). Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru

Rabandi, babang, (2005), Landasan Pendidikan (Hand Out Mata Kuliah Landasan Pendidikan), Program Akta Mengajar IV FIP UPI.

0 komentar:

Posting Komentar