Sebuah ladasan filosofis ini sangat diperlukan sekali dalam rangka melaksanakan proses atau praktek pendidikan dan atau studi pendidikan ini.
Adapun beberapa landasan filsafat pendidikan di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Landasan Filosofis Idealisme.
Para filosof idealisme mengklaim bahwa realitas hakikatnya bersifat spiritual daripada bersifat fisik, bersifat mental daripada material. Manusia adalah makhluk spiritual.
Manusia merupakan makhluk yang cerdas dan bertujuan. Pikiran manusia diberkahi kemampuan rasional dan karena itu mampu menentukan pilihan.
Pengetahuan diperoleh manusia dengan cara mengingat kembali atau berfikir dan melalui intuisi. Kebenaran mungkin diperoleh manusia yang mempunyai pikiran yang baik, kebanyakan orang hanya pada tingkat pendapat. Uji kebenaran pengetahuan didasarkan pada teori koherensi atau konsistensi.
2. Landasan Filosofis Realisme.
Para filosof realisme umumnya memandang dunia dalam pengertian materi. Dunia terbentuk dari kesatuan-kesatuan yang nyata, substansial dan material, hadir dengan sendirinya, dan satu dengan yang lainnya tertata dalam hubungan-hubungan yang teratur di luar campur tangan manusia.
Hakikat manusia terletak pada apa yang dikerjakannya. Pikiran atau jiwa merupakan suatu organisme yang sangat rumit yang mampu berpikir. Manusia bisa bebas atau tidak bebas.
Pengetahuan diperoleh manusia melalui pengalaman diri dan penggunaan akal sehat. Dunia yang hadir tidak tergantung pada pikiran, atau pengetahuan manusia tidak dapat mengubah esensi realitas (principle of independence). Uji kebenaran pengetahuan didasarkan atas korespondensi.
3. Landasan Pendidikan Pragmatisme.
Pragmatisme anti metafisika. Suatu teori umum tentang kenyataan tidaklah mungkin dan tidak perlu. Kenyataan yang sebenarnya adalah kenyataan fisik, plural dan berubah (becoming).
Manusia adalah hasil evolusi biologis, psikologis dan sosial. Setiap orang lahir tidak dewasa, tak berdaya, tanpa dibekali dengan bahasa, keyakinan-keyakinan, gagasan-gagasan atau norma-norma sosial.
Pengetahuan yang benar diperoleh melalui pengalaman dan berpikir (scientific method). Pengetahuan adalah relatif. Pengetahuan yang benar adalah yang berguna dalam kehidupan (insrumentalisme).
4. Landasan Filosofis Pendidikan Nasional.
Landasan filosofis pendidikan nasional adalah Pancasila sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Segala sesuatu berasal dari Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta. Hakekat hidup bangsa Indonesia adalah berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan perjuangan yang didorong oleh keinginan luhur untuk mencapai dan mengisi kemerdekaan.
Selanjutnya yang menjadi keinginan luhur yaitu:
- Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur;
- Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia;
- Memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa;
- Ikut melaksanakan ketertibab dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Dari semua paparan di atas kita dapat memahami tentang beberapa gambaran filosofis pendidikan dan kita dapat membandingkan atau menilai dan menganalisis kelebihan dan kekurangannya. Sehingga bisa menjadi panduan dalam praktek pendidikan dan atau studi pendidikan, agar pendidikan untuk masa depan bisa lebih baik lagi.
Sincelery Yours,
REFERENSI
Callahan, J.F. and Clark, L.H., (1983), Foundation of Education,
Mcmillan Publishing, New York.
Kneller, G.F., (1971), Foundations of Education, John Willey & Sons Inc. USA.
Power, E.J., (1982), Philosophy of education, Studies in Philosophies, Schooling and Educational Policies, Prentice Hall Inc. New Jersey.
Muchtar, Odang (Peny. Akhir), (1991), Dasar-Dasar Kependidikan, Depdikbud, IKIP Bandung.
Rabandi, babang, (2005), Landasan Pendidikan (Hand Out Mata Kuliah Landasan Pendidikan), Program Akta Mengajar IV FIP UPI.
Undang-Undang Dasar 1945.
0 komentar:
Posting Komentar